Setelah menentukan bentuk usaha, data pendiri, serta KBLI yang sesuai, tahap berikutnya berfokus pada proses administrasi pendirian CV. Bagi pemilik jasa interior dan furniture, proses ini perlu berjalan secara sistematis agar legalitas perusahaan selaras dengan aktivitas bisnis.
Secara umum, alurnya dapat dipahami melalui tahapan pengecekan nama → pembuatan Akta Notaris → pendaftaran → administrasi legalitas → NPWP Badan → NIB dan OSS → perizinan sesuai kegiatan usaha. Dengan memahami alur tersebut, calon pemilik usaha dapat menyiapkan dokumen secara lebih matang.
Pengecekan dan pemesanan nama CV
Langkah pertama dalam proses pendirian CV yaitu menentukan nama perusahaan. Nama CV nantinya menjadi salah satu identitas utama ketika perusahaan menjalankan kegiatan usaha, menawarkan jasa interior, memproduksi furniture, maupun menjalin kerja sama dengan klien.
Karena itu, pilih nama yang relevan dengan identitas bisnis dan mudah dikenali. Selain itu, hindari memilih nama secara terburu-buru. Pengusaha perlu memastikan ketersediaan nama terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses administrasi.
Dalam praktiknya, pengecekan nama membantu calon pendiri mengetahui apakah nama yang mereka pilih dapat digunakan. Setelah nama sesuai, proses dapat berlanjut pada pemesanan nama sesuai mekanisme administrasi yang berlaku.
Selain nama, calon pendiri juga perlu mempersiapkan data para sekutu. Data tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen pendirian CV. Oleh sebab itu, siapkan identitas pendiri, alamat usaha, pembagian peran, modal, serta informasi kegiatan usaha sejak awal.
Bagi bisnis interior dan furniture, tahap ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memastikan cakupan usaha. Misalnya, apakah CV hanya menjalankan jasa desain interior atau sekaligus mengerjakan produksi custom furniture, pemasangan interior, perdagangan furniture, dan pengerjaan proyek commercial.
Dengan begitu, proses berikutnya dapat berjalan lebih terarah dan mengurangi risiko perubahan data di tengah proses pendirian.
Pembuatan Akta Notaris
Setelah nama dan data pendiri siap, proses berlanjut pada pembuatan Akta Notaris. Dokumen ini menjadi bagian penting dalam pendirian CV karena memuat informasi mengenai struktur dan kegiatan badan usaha.
Pada tahap ini, notaris membantu menyusun dokumen pendirian berdasarkan data yang diberikan oleh para pendiri. Karena itu, calon pengusaha perlu memberikan informasi secara lengkap dan sesuai dengan kondisi bisnis sebenarnya.
Beberapa informasi yang perlu diperhatikan antara lain identitas para sekutu, alamat perusahaan, modal, pembagian peran, serta kegiatan usaha. Selanjutnya, notaris menyusun dokumen berdasarkan informasi tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi pengusaha interior dan furniture, pembahasan kegiatan usaha menjadi bagian yang cukup penting. Sebab, bisnis ini dapat memiliki beberapa aktivitas sekaligus. Contohnya, sebuah perusahaan dapat menawarkan jasa desain interior, memproduksi furniture custom, menyediakan furniture kantor, sekaligus mengerjakan pemasangan interior.
Oleh karena itu, komunikasikan seluruh aktivitas bisnis kepada notaris maupun pihak yang membantu proses pendirian. Dengan cara tersebut, struktur administrasi perusahaan dapat menggambarkan kegiatan usaha secara lebih tepat.
Selain itu, pengusaha juga perlu memperhatikan penggunaan KBLI. Jangan hanya menggunakan istilah “interior” atau “furniture” sebagai dasar penentuan kegiatan usaha. Sebaliknya, identifikasi aktivitas utama dan pendukung yang benar-benar dijalankan.
Masih Bingung Cara Mendirikan CV Terbaru 2026 Konsultasikan Usahamu GRATIS Bersama Kami: 0821-4205-1363
Pendaftaran dan legalitas CV
Setelah Akta Notaris selesai, proses selanjutnya masuk ke tahap pendaftaran dan pengurusan legalitas usaha. Secara sederhana, calon pengusaha dapat memahami alurnya melalui urutan:
Nama CV → Akta Notaris → Pendaftaran → SK/administrasi terkait → NPWP Badan → NIB/OSS → perizinan sesuai kegiatan.
AHU mencantumkan proses pemesanan nama dan pendaftaran CV dalam sistem administrasi badan usaha. Dengan demikian, pengusaha perlu memastikan data yang mereka berikan konsisten dari awal hingga proses pendaftaran.
Selanjutnya, pengurusan NPWP Badan dan NIB menjadi bagian penting dalam administrasi bisnis. NIB juga berkaitan dengan sistem OSS, sehingga pengusaha perlu memastikan data kegiatan usaha dan KBLI sudah sesuai.
Kemudian, kebutuhan Sertifikat Standar maupun perizinan tambahan dapat mengikuti karakteristik kegiatan usaha dan KBLI yang dipilih. Artinya, tidak semua bisnis interior dan furniture otomatis membutuhkan dokumen tambahan yang sama.
Misalnya, kebutuhan legalitas perusahaan yang hanya menyediakan jasa desain interior dapat berbeda dengan perusahaan yang sekaligus menjalankan produksi furniture dan pengerjaan proyek. Karena itu, pengusaha perlu menyesuaikan perizinan dengan aktivitas bisnis yang sebenarnya.