Jasa Pengurusan NIB 03 Jul 2026 Admin Utama

Cara Mengurus NIB Content Creator Sesuai Aturan Terbaru di Tangerang

Cara Mengurus NIB Content Creator Sesuai Aturan Terbaru di Tangerang

POPJASA - Cara Mengurus NIB Content Creator Sesuai Aturan Terbaru menjadi informasi yang semakin banyak dicari oleh pelaku ekonomi digital. Seiring berkembangnya industri kreatif, profesi seperti YouTuber, TikToker, influencer, selebgram, podcaster, streamer, hingga kreator media sosial kini tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga telah berkembang menjadi sumber penghasilan yang dijalankan secara profesional. Oleh karena itu, semakin banyak content creator mulai memperhatikan legalitas usaha agar aktivitas bisnisnya berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah juga terus memperbarui regulasi yang berkaitan dengan ekonomi digital. Melalui pembaruan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, aktivitas content creator kini masuk ke dalam kategori kegiatan usaha. Selain itu, pemerintah juga menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang mendorong pelaku usaha digital untuk memiliki legalitas usaha. Karena itu, memahami cara mengurus NIB menjadi langkah penting bagi content creator yang ingin menjalankan usahanya secara legal dan profesional.

Apa itu NIB?

Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan identitas resmi yang dimiliki pelaku usaha untuk menjalankan kegiatan bisnis secara legal. Pemerintah menerbitkan NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS) sebagai bagian dari proses perizinan berusaha berbasis risiko.
Selain berfungsi sebagai identitas usaha, NIB juga menjadi pintu awal bagi pelaku usaha untuk mengurus perizinan lain sesuai bidang usaha yang dijalankan. Bagi content creator, NIB dapat meningkatkan kredibilitas usaha sekaligus mempermudah berbagai kebutuhan administrasi bisnis.

Mengapa Content Creator Perlu Mengurus NIB?

Pembahasan mengenai NIB semakin meningkat sejak pemerintah menerapkan berbagai aturan baru yang berkaitan dengan kegiatan usaha digital.
Salah satunya adalah pembaruan KBLI 2025 melalui Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025. Dalam pembaruan tersebut, pemerintah mengelompokkan berbagai aktivitas kreator digital sebagai bagian dari kegiatan usaha sehingga pelaku usaha memiliki acuan yang lebih jelas dalam menentukan bidang usahanya.

Selain itu, Permendag Nomor 19 Tahun 2026 juga mengatur penyelenggaraan perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE). Regulasi ini mewajibkan penyelenggara marketplace untuk memastikan pedagang yang bergabung telah memiliki legalitas usaha sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu bentuk legalitas dasar tersebut adalah Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dengan adanya regulasi tersebut, content creator maupun pelaku usaha digital yang memperoleh penghasilan secara rutin sebaiknya mulai mengurus legalitas usahanya sejak dini.

Apakah Semua Content Creator Harus Memiliki NIB?

Tidak semua orang yang membuat konten wajib memiliki NIB.

Pada dasarnya, aturan tersebut lebih ditujukan kepada content creator yang menjalankan aktivitas digital sebagai usaha dan memperoleh penghasilan secara profesional.

Beberapa profesi digital yang disarankan memiliki NIB antara lain:

Apabila aktivitas tersebut sudah menjadi sumber penghasilan utama atau dilakukan secara rutin, memiliki NIB dapat membantu meningkatkan profesionalisme usaha.

Alasan Mengapa Content Creator Sebaiknya Memiliki NIB

Selain memenuhi ketentuan yang berlaku, NIB juga memberikan berbagai manfaat bagi content creator.

1. Menjalankan Usaha Secara Legal

NIB menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan telah memiliki identitas resmi sehingga pelaku usaha dapat menjalankan aktivitas bisnis dengan lebih percaya diri.

2. Meningkatkan Kepercayaan Klien

Brand, perusahaan, maupun agency cenderung lebih percaya bekerja sama dengan pelaku usaha yang memiliki legalitas resmi.

Dengan demikian, peluang memperoleh kerja sama komersial juga dapat meningkat.

3. Mendukung Aktivitas Berjualan di Marketplace

Permendag Nomor 19 Tahun 2026 mendorong marketplace untuk memastikan setiap pedagang memenuhi ketentuan perizinan usaha.

Karena itu, memiliki NIB membantu pelaku usaha memenuhi salah satu persyaratan administrasi yang diperlukan.

4. Mempermudah Pengembangan Bisnis

Banyak content creator yang kemudian mengembangkan usahanya menjadi agency, production house, atau membuka berbagai layanan digital lainnya.

Dengan memiliki legalitas sejak awal, proses pengembangan usaha dapat berjalan lebih lancar.

5. Membantu Administrasi Bisnis

NIB juga mempermudah pelaku usaha ketika membutuhkan dokumen legalitas untuk berbagai keperluan administrasi maupun kerja sama bisnis.

Cara Mengurus NIB Content Creator

Saat ini, terdapat dua cara mengurus NIB Content Creator, yaitu mengurus sendiri melalui sistem OSS atau menggunakan jasa legalitas. Masing-masing memiliki kelebihan tersendiri dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

1. Mengurus NIB Sendiri Melalui OSS

Jika memilih mengurus sendiri, Anda dapat mengajukan permohonan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Prosesnya meliputi beberapa tahapan berikut.

Menentukan Bidang Usaha

Langkah pertama yaitu menentukan bidang usaha yang sesuai dengan aktivitas yang Anda jalankan sebagai content creator. Pemilihan bidang usaha yang tepat sangat penting karena akan memengaruhi proses perizinan selanjutnya.

Menyiapkan Dokumen

Sebelum melakukan pengajuan, siapkan dokumen berikut:

Pastikan seluruh data sesuai dengan dokumen resmi agar proses pengajuan berjalan lebih lancar.

Mengisi Data pada Sistem OSS

Selanjutnya, lakukan pengisian data identitas, informasi usaha, serta bidang usaha melalui sistem OSS. Isilah setiap data dengan teliti agar tidak perlu melakukan perbaikan atau pengajuan ulang.

Menunggu Penerbitan NIB

Setelah seluruh data berhasil diverifikasi, sistem akan menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Setelah NIB terbit, Anda sudah memiliki identitas usaha resmi yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis.

2. Menggunakan Jasa Legalitas (Rekomendasi)

Bagi content creator yang ingin proses lebih praktis, menggunakan jasa legalitas menjadi pilihan yang banyak dipilih. Cara ini cocok bagi Anda yang tidak memiliki waktu untuk mempelajari proses OSS atau masih bingung menentukan bidang usaha yang sesuai.

Melalui jasa legalitas, Anda hanya perlu menyiapkan:

Selanjutnya, tim legalitas akan membantu proses pengurusan, mulai dari menentukan bidang usaha yang sesuai dengan aktivitas content creator, mengisi data pada sistem OSS, hingga mendampingi proses pengajuan sampai NIB terbit.

Dengan menggunakan jasa legalitas, Anda dapat menghemat waktu, mengurangi kemungkinan kesalahan pengisian data, serta memperoleh pendampingan selama proses pengurusan NIB berlangsung.

Kendala yang Sering Dihadapi Saat Mengurus NIB

Walaupun proses pengurusan sudah semakin mudah, beberapa pelaku usaha masih menghadapi kendala berikut.

Kesulitan Menentukan Bidang Usaha

Banyak content creator menjalankan beberapa jenis aktivitas sekaligus sehingga sering merasa bingung menentukan kategori usaha yang paling sesuai.

Kesalahan Pengisian Data

Kesalahan saat memasukkan data identitas atau informasi usaha dapat memperlambat proses penerbitan NIB.

Kurang Memahami Proses OSS

Tidak semua pelaku usaha terbiasa menggunakan sistem OSS sehingga sebagian memilih berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengajukan permohonan.

Menentukan Kode KBLI untuk Content Creator

Sebelum mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), Anda perlu menentukan Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang sesuai dengan aktivitas bisnis. Pemilihan kode KBLI sangat penting karena akan menjadi dasar dalam proses pendaftaran usaha melalui sistem OSS.

Bagi seorang content creator, aktivitas usaha biasanya tidak hanya berfokus pada satu bidang. Selain membuat konten, banyak kreator juga menerima endorsement, menjalankan affiliate marketing, hingga mengelola agensi kreatif. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan lebih dari satu kode KBLI sesuai dengan model bisnis yang dijalankan.

Berikut beberapa kode KBLI yang umum digunakan oleh content creator.

1. KBLI 59112 – Aktivitas Produksi Video

Kode KBLI 59112 menjadi pilihan utama bagi content creator yang fokus memproduksi konten video.

Kode ini mencakup kegiatan produksi rekaman video untuk berbagai kebutuhan, baik untuk ditayangkan di televisi maupun dipublikasikan melalui platform digital seperti YouTube, TikTok, Instagram Reels, Facebook, dan platform video lainnya.

Cocok untuk:

Apabila aktivitas utama Anda adalah membuat video sebagai sumber pendapatan, kode KBLI ini umumnya menjadi pilihan yang paling relevan.

2. KBLI 73100 – Periklanan

Apabila Anda memperoleh penghasilan dari endorsement, sponsored content, atau promosi produk milik brand, maka KBLI 73100 – Periklanan sangat disarankan untuk dimasukkan.

Kode ini mencakup berbagai aktivitas jasa periklanan, mulai dari perencanaan kampanye, pembuatan materi promosi, hingga penyampaian iklan kepada target audiens.

Dalam dunia content creator, aktivitas berikut termasuk dalam ruang lingkup KBLI ini:

3. KBLI 74909 – Aktivitas Profesional, Ilmiah, dan Teknis Lainnya YTDL

Jika usaha Anda berkembang menjadi agensi atau manajemen content creator, Anda dapat mempertimbangkan KBLI 74909.

Kode ini mencakup berbagai aktivitas profesional yang tidak termasuk dalam kategori lain, termasuk jasa pengelolaan talenta maupun layanan profesional di bidang kreatif.

Beberapa contoh kegiatan yang termasuk dalam KBLI ini antara lain:

Tips Agar Pengurusan NIB Berjalan Lancar

Agar proses pengurusan NIB lebih cepat dan minim kendala, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut.

Konsultasi Pengurusan NIB atau Izin Usaha di POPJASA

Ingin mengurus NIB untuk content creator tetapi masih bingung menentukan langkah yang tepat?

POPJASA siap membantu proses Pengurusan NIB atau Izin Usaha secara lebih praktis dan efisien.

Keunggulan layanan POPJASA:

Konsultasikan kebutuhan legalitas usaha Anda sekarang juga melalui WhatsApp:

📞 0813-2649-7675 (TIKA)

👉 https://bit.ly/TIKA-SEO-UI

Lengkapi legalitas usaha Anda sejak sekarang agar aktivitas sebagai content creator berjalan lebih profesional, lebih terpercaya, dan sesuai dengan aturan terbaru.

 

 

Artikel Terkait